Saturday, June 9, 2007

Sebelum Mentari dikalahkan Malam...

Lesmana Mandrakumara, Abimanyu, Dursasana, kemudian Yudhistira … 4 pandawa. Yang saya punya dari tumpukan kartu remi versi jawa … Kartu Pandawa yang saya temukan terakhir secara tidak sengaja sama dengan nama seseorang yang saya simpan di hati saya .. Secara tidak sadar, nama itu saya simpan dalam ruangan yang tidak berkunci..
Sedang saya coba cari kuncinya, kemudian akan saya biarkan kartu berlambang sekop itu ada lagi di tangan saya…
Sebelum mentari dikalahkan malam…
Seorang Joker yang selalu memandang dunia ini hitam putih pernah berkata seperti ini kepada saya… ‘ Jangan mencarinya dan mengejarnya, dia yang akan menemukanmu, yang kamu perlu lakukan hanya menemukan sebuah kunci, cepatlah.. sebelum mentari dikalahkan malam ‘ …
If love is a game, then you have to know all the tricks for winning… its just a game of give and take .. they say.. but I think.. I just need a deck of cards, and one joker to win.
Karena itu bukan, gunanya seorang joker… kartu terakhir yang kita keluarkan supaya kita tidak kalah.. atau mungkin .. supaya kita mengalah dengan lebih mudah.
Saya masih berada di sebuah persimpangan jalan.. dan sulit untuk saya meneruskan perjalanan ataupun memutar langkah.. entah kenapa.. bayangan seorang pandawa selalu muncul dalam benak saya.. caranya tersenyum dan menggandeng tangan saya atau cara kedua matanya memandang dalam diam kea rah saya.. dan bagaimana cepatnya putaran malam berganti menjadi pagi saat dia ada di samping saya..
Semua itu sekarang hanya berupa potongan – potongan film pendek, just a blur..apakah doa saya sudah terkabul, Tuhan, saya saat saya berharap bisa menemukan sebuah pil penghilang ingatan. Atau jika memang mesin waktu itu ada , dan jika saya bisa mengulang semuanya kembali… apakah saya punya keberanian untuk tidak menyapanya kala itu.. di malam itu.. menggemakan namanya pada dunia tanpa batas .. apa saya yakin tidak mau menyapanya ?
Sepertinya tidak..
Saya akan tetap menyapanya.. tetap membiarkan dia menyayangi saya... membiarkan setiap moment terjadi dengan sendirinya..
Di persimpangan ini, kadang mata saya menjadi kabur, seperti melihat semuanya berjalan cepat dan cepat di depan saya,.. dan saya diam.. takut juga saya tertukar mengira saya yang berjalan cepat...
Cepatlah beranjak.. sebelum mentari dikalahkan malam..

No comments: