Saturday, November 24, 2007

Kartini di Tahun 2007

' Ingin benar hati saya, berkenalan dengan seorang anak gadis moderen, gadis yang berani, yang sanggup tegak sendiri, gadis yang saya sukai dengan hati jantung saya, anak gadis yang melalui jalan hidupnya dengan langkah yang tangkas, dengan riang suka hati, tetap gembira dan asik yang berdaya upaya bukan hanya untuk keselamatan bahagia dirinya sendiri saja, melainkan pun juga untuk masyarakat yang luas besar itu , yang ikhtiarnya pun akan membawakan bahagia kepada banyak sesamanya manusia'

Penggalan kalimat di atas ditulis oleh Kartini di suatu pagi 25 Mei 1899. Dan kini, ratusan tahun kemudian, saya melihat diri saya sendiri. Saya mencoba bersyukur memiliki semua yang dicita-citakan beliau. Kita, gadis yang hidup di era moderen ini, punya begitu banyak pilihan. Ketika dulu saya pertama kali bekerja di tempat kerja saat ini, usai menandatangani gaji, saya disodorkan lembar pernyataan untuk memilih , menunda pernikahan atau kehamilan selama satu tahun. Apakah dulu seorang Kartini , pernah punya pilihan seperti itu ?
Nope.

Semua yang digariskan untuknya seperti sudah dituliskan sebelum ia lahir. Untuk itulah saya bersyukur punya begitu banyak pilihan saat ini, saya juga punya kesempatan untuk memilih menolak atau menerima cinta dari seorang laki-laki yang menawarkan cintanya untuk saya.
Bahkan , saya juga bisa punya pilihan untuk bisa mengatakan ' Single , but not looking ' saat saya berada dalam fase ingin berkonsentrasi dengan karir saya.Hehe
Atau misalnya, saya juga punya begitu banyak pilihan untuk mengatur keuangan saya, apakah tahun ini akan mencicil rumah atau mobil bahkan menabung untuk backpakers mengelilingii dunia ini .
Tapi kemudian saya berpikir lagi, apakah semua privalege yang saya miliki ini menjadi milik semua wanita indonesia? Dengan yakin pula, saya bisa mengatakan belum. Tentunya saat Kartini menuliskan penggalan kalimat di atas, dia tidak hanya berharap untuk wanita golongan tertentu. Namun untuk semua wanita yang lahir dari bumi Indonesia ini. Cita-cita itu bisa kita teruskan tentunya , jika mulai hari ini, kita tidak mulai menukar akar budaya kita dengan budaya lain . Bisa menentukan pilihan juga bukan berarti kita bisa menentukan dengan siapa kita tidur malam ini atau berfoya-foya untuk mendukung hedonisme.
Yang bisa dilakukan adalah, mulai mensyukuri apa yang kita punya dan mulai membantu jutaan wanita lain di negeri ini yang belum bisa mengerti mungkin siapa kira-kira gadis yang ingin ditemui oleh Kartini di suatu pagi pada tanggal 25 Mei 1899 itu ..

No comments: